Superkoran

Sponsored Links

Jumlah Pengunjung sampai hari ini

Visitors: 4746362

Who's Online

Kumpulan Tulisan Damar Shashangka:
 Kumpulan tulisan Damar yang berkaitan dengan runtuhnya kerajaan Majapahit dan pengislaman Indonesia dan Syech Siti Jenar:
Read more...
 
Said: Kumpulan tulisan Win Wan Nur
   kolom ini berisi semua tulisan Win Wan Nur di Superkoran sejak Mei 2008
Read more...
 
Said: Kumpulan tulisan Anwari Doel Arnowo
 kolom ini berisi semua tulisan Anwari Doel Arnowo di Superkoran sejak Juni 2006
Read more...
 
Buku Tamu - tolong diisi

Januari 2010: 3 bulan setelah 4 juta - sekarang sudah melewati 4,500,000 pengunjung!

Oktober 2009: Pada usia 4 tahun, SK sudah melewati angka 4,000,000 pembaca!

Juni1, 2009:Superkoran melewati 3,000,000 pembaca - 5 bulan setelah tonggak 2 juta

Jan 9, 2009 - >Tak dinyana, tak diduga, hari ini Superkoran sudah melewati 2.000.000 pengunjung. Agustus 2008 baru 1.000.000 pengunjung. Butuh waktu 3 tahun untuk mencapai 1 juta. Tapi 1 juta berikutnya cuma butuh waktu 5 bulan. Terima kasih atas bantuan penulis dan pembacanya, baik yang suka maupun yang belum.

Minggu, 19 Oktober 2008  Mohon bantuannya untuk mengisi buku tamu Superkoran. Silakan isi komentar anda mengenai Superkoran.

 

 

Read more...
 
Said: Kumpulan tulisan Habe

 kolom ini berisi semua tulisan Habe di Superkoran sejak Juli 2008

Habe: Taksi Haji Siddik
Habe: Tuhan di Las Vegas Boulevard

Read more...
 
Pengumuman untuk Penulis Superkoran tahun 2010

 PERUBAHAN: user name PENULIS tak berlaku lagi. Semua tulisan bisa dikirim lewat This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau lewat Apa Kabar di Facebook. Kiirm permintaan menjadi "teman" dengan Apa Kabar di FB dan anda bisa tag kalau ada tulisan.

 

 

Read more...
 
Jurnal Habe : Di Tengah Para Militan Print E-mail
User Rating: / 8
PoorBest 
Image

Ada perasaan aneh dan ruwet yang melanda ketika saya datang mengunjungi saudara saudara di Jakarta.
Perasaan itu datang secara mendadak seperti begal yang menyergap mobil angkutan di hutan karet di Gunung Rejo di Purwakarta- ketika saya sadar bahwa orang orang religious yang cenderung militan-sekumpulan mahluk yg sering saya cerca, ternyata lokasi mereka tidak berjauhan dari Habe. Mereka ada di keluarga besar saya sendiri. Semua tante saya berjilbab. Semua sepupu perempuan saya berjilbab. Bahkan sebagian besar anak sepupu saya dididik dalam pesantren yang jelas jelas adalah pola pendidikan yang selama ini selalu saya tentang habis habisan. Lalu ketika berbincang bincang dengan oom saya yang membuka praktek dokter di bilangan Cilandak, dia melulu berbicara soal agama dan segala macam nasehat dan memberi contoh tentang ahlak nabi- you know nabi terakhir yang dalam urusan kepercayaan dengannya saya telah berikan talak empat. Mungkin mereka tahu bahwa keislaman saya kadarnya meragukan lantaran saya tidak sholat karena saat lohor tiba, saya tetap mengglonjor di sofa. Ketika Ashar tiba sama saja. Saya menolak untuk berdiri, membungkuk dan tunduk pada ajaran tuhan ataupun mengikuti perintah nabi palsu yang berasal dari Timur Tengah.Tapi tentu saja saya tidak berterus terang di depan mereka. Bagaimanapun mereka adalah keluarga sendiri.

Cuma ada perasaan selama di sana bahwa mereka mencoba membimbing saya mati matian untuk kembali ke jalan yang lurus. Jalan yang menurut mereka benar. Sebuah tindakan satu arah yang kurang fair lantaran saya sendiri tidak pernah berusaha untuk membuat mereka menjadi murtad. Saya terus terusan dicecer soal keistimewaan Islam dan kecemerlangan ajaran Muhammad. Sungguh saya lelah diceramahi macam beginian. Sebab jika mereka menyangka saya tidak tahu soal Islam, itu adalah kesalahan asumsi terbesar sepanjang keluarga besar Habe. Contohnya ketika oom saya bercerita bahwa perbedaan antara kristen dan Islam adalah, dalam Islam Muhammad itu manusia biasa dan tidak disembah seperti Jesus. Saat itu ada keinginan kuat saya buat membantah bahwa alibi Muhammad adalah manusia biasa adalah alibi yang naif dan invalid. Jika Muhammad cuma orang biasa, kenapa mesti diberi shalawat setiap sholat? Dan bagaimana menerangkan bahwa Allah sendiri memberikan shalawat sambil mengajak para malaikat buat Muhammad di surat Al Azhaab :56 yang berbunyi

" sesusungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada Muhammad. Wahai orang orang beriman
bershalawatlah kamu kepadanya, serta ucapkan salam sejahtera dan penghormatan sepenuhnya "

**

Ceramah soal moral dan akidah dan segala barang membosankan lainnya lagi lagi saya harus hadapi ketika mengunjungi saudara yang lain di Cinere. Walaupun begitu demi menjaga kelestarian silaturahmi terpaksa saya harus bersikap pasif sambil memberikan salvo salvo joke setengah konyol agar suasana jadi riang dan tidak tegang. Yang saya cukup sesali adalah bagaimana mungkin hampir seluruh keluarga besar ini secara massal menjadi over religious berjilbab jilbab meniru kebiasaan orang arab. Dan bagaimana hati kecil saya merasakan kesendirian yang menyiksa. Saya adalah sang Robinson Crusoe di tengah padang militan. Saya telah berubah luar dalam.Walaupun tetap mencintai mereka, saya akan tetap menolak untuk berpura pura percaya dengan apa yang mereka sembah dan kepada siapa mereka berikan shalawat.Saya tidak akan pernah hormat pada kebrutalan dan kekejian perilaku amoral kanjeng nabinya.

Saya lebih rela menyembah batu dari pada harus berhamba hamba di hadapan altar kemunafikan

**

Mungkin ini adalah upaya terakhir untuk menghibur diri sendiri. Tapi saya tidak mungkin menghujat keluarga besar sendiri. Paling tidak mereka adalah islam kultural yang tidak pernah berniat mencelakakan non Islam. Pada saat mereka merasa tahu banyak soal agama, saya malah jatuh kasihan lantaran sadar bahwa mereka sebenarnya cuma tahu sedikit tentang agamanya sendiri. Saya marah dalam hati ketika mendengar betapa militanya saudara saya sendiri di Bandung- sang arsitek lulusan Amerika, yang berakhir menjadi begitu radikal dengan mengirim semua anaknya di pondok pesantren. Yang paling tua diinapkan disebuah pesantren di Banten. Bagaimana mungkin seorang Ph.D memiliki pola berpikir sedangkal itu? Bagaimana mungkin dia begitu gampang diperdaya ajaran seorang bedouin dari jazirah arab sana tanpa ada melalui semacam filter kritis di benaknya? Maka lagi lagi saya harus menyalahkan arab.Ini jelas lantaran saya masih menyayangi mereka.

**

Kebiasaan saya membaca ketika duduk di toiletpun pernah membawa masalah. Minggu lalu ketika tidak ada koran atau majalah yang saya bisa baca, saya menggaet sebuah buku pedoman doa doa makbul lalu dari dalam kamar keponakan. Setelah sibuk membacanya sekitar 20 menitan sungguh lucu menemukan variasi doa yg saya temukan di sana. Dari doa nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nuh sampai doa masuk toilet, keluar toilet, doa diberikan rejeki,menjelang tidur, bangun tidur, keluar rumah, masuk rumah, doa untuk dibebaskan hutang, doa agar bisa kaya, doa agar wajah secakep nabi Yusuf, doa dimudahkan jodoh, dan sejumlah doa ngeyel lainnya yang tidak pernah saya pikir eksis. Begitu keluar, mengetahui saya membaca buku doa yang memiliki tulisan arab kakak saya marah dan mendamprat saya bisa dilaknat Allah. Saya cuma ketawa, barusan semalam suaminya bilang bahwa Islam adalah ajaran yang antiklenik artinya tidak percaya soal dukun, soal metafisik, atau menyembah barang mati. Nah buku itu sendiri, termasuk Al Quran bukankah cuma barang mati yang materinya cuma dari tinta dan kertas? Mengapa harus ada yang namanya "kitab suci " lalu perlu berwudhu segala sebelum menyentuh itu buku? Mengapa harus ada aturan untuk menaruh quran ditempat yang terhormat? Bukankah itu adalah bagian dari upacara klenik satu jenis dengan tahayul?

**

Jika saya bisa berdoa, saya akan mendoakan semoga anda tidak merasakan kesendirian seperti Habe ketika berada di tengah keluarganya di Jakarta.Sungguh menjadi murtad tidaklah ringan resiko kejiwaannya.Cuma anehnya saat mereka merasa Habe patut dikasihani, saya justru merasa betapa beruntungnya diri ini.Saya bukanlah orang yang tidak bahagia dan lonely. Dalam kesendirian ini entah kenapa hidup terasa lebih penuh dari pada saat ketika saya masih religious dan merasa Allah lebih dekat dari urat nadi.Saya menolak untuk patuh dan tunduk pada Tuhan bengis orang arab.Saya masih percaya dengan kegigihan dan rasa humble saya akan temukan Tuhan yang real nanti- tuhan yang tidak gila pujian dan doa serta maha pencemburu. Tuhan yang tidak menyiapkan kerak neraka jahanam bagi orang yang mau menyembah tuhan selain dia.Nun jauh di sana.. jauh di pojok hati , saya tetap yakin samar samar Tuhan yang asli akan menunjukan wajahnya tidak lama lagi..



February 6, 2010

Habe

LIST OF COMMENTS


1/4. Arti Dosa
Written by Guest - Tuesday, February 09 2010

Dimanapun saat ini entah daerah kumuh maupun elit,lingkungan baik2 maupun jahat, pria wanita, penuh dengan orang yang sangat taat beragama entah apapun agamanya. Sangat jelas terlihat ketaatan ini tidak menjadikan orang2 ini berprilaku baik bahkan cenderung orang2 ini hilang segi manusiawinya dan menjadikan kehidupan ini menjadi ter-kotak2 dan membosankan. Hampir setiap hari manusia2 ini hanya mengungkapkan hal2 yang klise, kita bisa lihat ungkapan2 mereka di facebook jarang yang bernilai bahkan cenderung hanya klise saja. Kita sangat sulit mencari buku2 pengetahuan praktis di toko2 buku di Indonesia contoh bila anda punya keinginan membuat sepatu anda tidak akan menemukan buku mengenai hal tersebut, kebanyakan buku2 yang dijual hanyalah buku kerohanian, kejiwaan dan yang paling bermutu adalah yang mengenai tanaman, resep2 masakan dan beberapa hal mengenai komputer. Di Indonesia tidak mudah kita menemukan buku mengenai bagaimana membuat furniture atau cara membuat kusen yang baik dll yang berhubungan dengan keakhlian praktis yang dapat meningkatkan skill kita karena tidak menarik. Untuk buku2 bermutu kita harus memburunya diluar negeri. Masyarakat saat ini lebih suka membicarakan masalah2 yang gaib dan sulit untuk dibuktikan.

2/4. Monk
Written by Guest - Friday, February 12 2010

Habe, saya sangat setuju dengan pendapat kamu. Saya Atheist, tapi bukan berarti bahwa saya anti-agama. Kenyataannya, agama membuat banyak manusia menjadi munafik dan tidak menggunakan akal sehatnya (yang katanya diberikan tuhan untuk membedakannya dengan binatang, ironis, bukan?). Yang menyedihkan lagi seperti cerita kamu, kok Islam identis dengan cara berpakaian bedouin arab ( yang memakai kerudung baik laki-laki maupun perempuan karena alasan pragmatis - tinggal di gurun pasir)sedangkan kita sendiri mempunyai kebudayaan yang begitu tinggi dengan pola berpakaian yang begitu elegan seperti kebaya yang body hugging :-)

3/4. Imam
Written by Guest - Wednesday, February 24 2010

Habe ..cobalah berdiskusi apa yang ada di pikiran anda tentang Islam dgn mereka yg benar mengerti arti islam bisa anda tanya ke MUI ..NU atau Muhammdiyah dan minta saran kepada siapa anda harus bertanya ..sebelumnya mohon di buat tulisan dari mana anda belajar islam? mungkin pemahaman anda yg salah

4/4. Habe=Dangkal
Written by Guest - Sunday, February 28 2010

Gabe masih dangkal pemikirannya, jadi biarkan saja dia berujar spt itu, Laknat akan menjeputnya dan Neraka tempatnya disana

Add Comments
 
< Prev   Next >
Duel Habe - Meta - Indonesia 2030
 
Rosnida Sari: Orientasi kampus
Read more...
 
Iwan Piliang: Manusia Universal & Masjid Monumental
 Inilah Sketsa ke-3 perjalanan memfasilitasi kepulangan sosok Ziad dari Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) ke Indonesia. Ada pembaca, mengeluhkan panjangnya tulisan ini. Satu tulisan lebih dari 2.500 kata. Konon bagi majalah sekaliber The New Yorker, tulisan 2.000 kata (edited), mereka masukkan ke kelompok rata-rata. Saya mencoba belajar ke sana, tentu spesial saya hidangkan bagi Anda yang senang membaca. Karya monumental tak boleh asal. Lihatlah bangunan Masjid Syeh Zayed di PEA.
Read more...
 
Habe: Indonesia 2030 ( Sebuah Prediksi )
Image Semua orang tahu bahwa banyak pengamat politik dan sosial saat ini bertebaran di Indonesia.Contohnya para talking heads yang bisa anda saksikan berdebat sampai berbusa busa di acara tv tiap hari.Tapi hanya sedikit orang yang berani menjadi dukun seperti saya, yang seperti prabu Jayabaya atau ki Gendeng Pamungkas berusaha memprediksi masa depan negara sampeyan yang bernama Indonesia dalam beberapa dekade ke depan ke dalam bahasa ilmiah.
Read more...
 
Metamorfosa: Prediksi Indonesia di Tahun 2030
Sebelum kita memasuki tulisan inti, ada baiknya kita menengok lebih dalam makna dari kata "prediksi" itu sendiri. Saya pribadi berpendapat bahwa makna prediksi tidak bisa disamakan dg ramalan, meskipun keduanya bersifat mencoba membaca sesuatu yg akan terjadi (visi), namun keduanya memiliki 'metodology' yang berbeda sebagai pijakan.
Read more...
 
Win Wan Nur: Mengintip Sejarah Gayo Melalui Silsilah Keluarga
Karena tidak ada catatan, aku tidak tahu persis sejak kapan keluargaku mulai menetap di Isaq.
Read more...
 
Kurnia Harta Winata: KOEL 9
 alamat fans page: http://www.facebook.com/pages/KOEL/167370362833
Read more...
 
Win Wan Nur: Isaq Kampungku Yang Bersuhu Hangat
Isaq, adalah nama ibu kota kecamatan Linge yang masuk ke dalam wilayah administrasi kabupaten Aceh Tengah. Tapi meskipun statusnya adalah ibu kota kecamatan, jangan membayangkan Isaq itu sebagaimana layaknya ibukota kecamatan di pulau jawa yang ramai. Karena meskipun statusnya ibu kota kecamatan, tapi Isaq letaknya terpencil di tengah hutan pinus di pedalaman Tanoh Gayo yang ditinggali penduduk yang lebih sedikit dari sebuah RW di Jakarta.
Read more...
 
Sehat Ihsan Shadiqin: Islah Para Pejuang Rakyat
Read more...
 
Habe: Tokek
Image
Read more...
 
Iwan Piliang: Ibarat Puzzle Inilah Penggalan “Kombur” TKW & Ziad
Tugas diplomat Indonesia di luar negeri, seperti saya simak di Persatuan Emirat Arab (PEA), juga cerita sosok Indonesia bekerja di Oman, bermuara: galebeh-tebeh urusan Tenaga Kerja Wanita (TKW): kabur dari majikan; di bawah umur; dilecehkan seksual; diperkosa; jatuh dari gedung; disetrika panas; sengaja menjual diri alasan terpaksa; bersuami seakan berpoliandri di negeri orang; panjang kata jika dilanjutkan. Jahanam kali laku lelaki - - termasuk saya - - mengirim perempuan mara ke manca negara. US $ 6, 615 miliar peneriman dari TKI, 2009, setara Rp 59, 5 Triliun, tiada arti apa-apa dibanding penggelapan pajak melalui transfer pricing pelaku usaha di Indonesia yang setahun melebihi Rp 1.000 Triliun. Buat apa mendidik, menggaji mahal para diplomat, jika pekerjaannya terguras arus mengurus TKW. Lanjutan Sketsa Ziad Salim Zimah yang “tertahan” 8 tahun di PEA, pulang bersama saya 16 Februari 2010: mencairkan rindu air mata darah sang ibu.
Read more...
 
Didik Elpambudi: Tak Mudah untuk Bercerita
Sekitar 33 tahun lalu, usiaku lima tahun. Aku tinggal lingkungan etnis Tionghoa di Kabanjahe, Tanah Karo. Aku sekolah di kelas nol kecil Taman Kanak-kanak Roma Katolik. Aku belum lama tinggal di kota itu. Aku pindah dari Siantar, kota kelahiranku, karena Bapak yang bekerja di salah satu badan usaha milik negara ditugaskan ke Tanah Karo.
Read more...
 
Sehat Ihsan Shadiqin: Sesendok Air di Kolam Madu
Read more...
 
Ismail Asso: Nasionalisme- Perspektif Papua
Read more...
 
Rosnida Sari: Ketidakegoisan seorang dosen
Tahun 2008 lalu,sepasang suami istri yang juga dosen datang dari Kanada untuk berkunjung ke Aceh. Tepatnya, ke kampus saya di IAIN. Kedua mereka mengajar di fakultas yang berbeda di kampus saya.
Read more...
 
Habe: The Good Malin Kundang
Image
Read more...
 
Edizal: Birunya Pulau Cebu (1)
Philippine Airlines yang kami tunggangi menderu laju menyibak langit musim salju yang berkelabu murung menuju daerah selatan yang benderang. Berselonjor ria kami di window seat yang diminta kepada gadis loket di Bandara Narita. Sebetulnya tak usah menuntut begitu karena perut pesawat ini hampir kosong melompong dengan bangku yang terisi lebih kurang 20% saja.
Read more...
 
Sehat Ihsan Shadiqin: Sandiwara di Ruang Kelas
 Jujur, meskipun saya sudah mengajar beberapa tahun di perguruan tinggi, tapi saya tidak pernah bertanya pada mahasiswa, apakah ia puas dengan apa yang saya lakukan untuk “mendidik” mereka atau tidak. Saya tidak bertanya karena satu sisi saya pikir “apa perlu bertanya demikian?” Satu sisi yang lain saya sudah tahu jawabannya, pasti mereka akan mengatakan “tidak puas.’ Sebab siapa sih manusia yang pernah benar-benar puas? Tapi tiba-tiba saya berfikir untuk mencoba bertanya pada seorang teman, apakah ia pernah menanyakan kepada mahasiswanya tentang kepuasan. Ternyata jawabnya sama dengan saya. “tidak pernah.” Ia bahkan menambahkan, “tugas kita memberikan bahan dan materi pelajaran, menjelaskan, membuat mereka mengerti dan mengujinya di ujian. Persoalan apakah mereka puas atau tidak itu urusan mereka.” Apalagi, katanya, mahasiswanya malas-malas, nggak mau belajar, malas membaca dan lainnya.
Read more...
 
Denny Baonk: Maharaja, Oscar & Cupang
Kemaren, maharahja ceritanya ngumpulin mentri-mentrinya maen rapet-rapetan di Kabin.
Seperti juga kalo kita naek bis kota, namanya rapet-rapetan wajar lah kalau terjadi juga nainggol-nainggolan.
Read more...
 
Habe: Orang Murtad Ziarah
ImageMemasuki gerbang pemakaman umum Tanah Kusir siang itu, matahari Jakarta seperti makin edan memanggang garang tidak memperdulikan gerahnya para pengantar rombongan upacara penguburan yang mencluster di area kuburan.Saya datang kembali setelah terakhir ziarah sekitar 10 tahun yang lalu ke makam mama di sini.
Read more...
 
DN Aidit:: Sedjarah Diriku VI
 SEDJARAH HIDUPKU (DARI BELITUNG SAMPAI BERKELANA TAK HINGGA) DISUSUN OLEH: DIPA NUSANTARA AIDIT
Read more...
 
Denny Baonk: Konspirasi Langit
Saya heran. Kenapa tiap mau jemput anak saya pulang sekolah, hari yang terang benderang tiba-tiba jadi muram lalu nangis kenceng-kenceng. Hujan deras, lalu masih pula dilengkapi petir yang nyamber-nyamber mengerikan.
Read more...