Superkoran

Sponsored Links

Jurnal Habe : Di Tengah Para Militan Print E-mail
User Rating: / 8
PoorBest 
Image

Ada perasaan aneh dan ruwet yang melanda ketika saya datang mengunjungi saudara saudara di Jakarta.
Perasaan itu datang secara mendadak seperti begal yang menyergap mobil angkutan di hutan karet di Gunung Rejo di Purwakarta- ketika saya sadar bahwa orang orang religious yang cenderung militan-sekumpulan mahluk yg sering saya cerca, ternyata lokasi mereka tidak berjauhan dari Habe. Mereka ada di keluarga besar saya sendiri. Semua tante saya berjilbab. Semua sepupu perempuan saya berjilbab. Bahkan sebagian besar anak sepupu saya dididik dalam pesantren yang jelas jelas adalah pola pendidikan yang selama ini selalu saya tentang habis habisan. Lalu ketika berbincang bincang dengan oom saya yang membuka praktek dokter di bilangan Cilandak, dia melulu berbicara soal agama dan segala macam nasehat dan memberi contoh tentang ahlak nabi- you know nabi terakhir yang dalam urusan kepercayaan dengannya saya telah berikan talak empat. Mungkin mereka tahu bahwa keislaman saya kadarnya meragukan lantaran saya tidak sholat karena saat lohor tiba, saya tetap mengglonjor di sofa. Ketika Ashar tiba sama saja. Saya menolak untuk berdiri, membungkuk dan tunduk pada ajaran tuhan ataupun mengikuti perintah nabi palsu yang berasal dari Timur Tengah.Tapi tentu saja saya tidak berterus terang di depan mereka. Bagaimanapun mereka adalah keluarga sendiri.

Cuma ada perasaan selama di sana bahwa mereka mencoba membimbing saya mati matian untuk kembali ke jalan yang lurus. Jalan yang menurut mereka benar. Sebuah tindakan satu arah yang kurang fair lantaran saya sendiri tidak pernah berusaha untuk membuat mereka menjadi murtad. Saya terus terusan dicecer soal keistimewaan Islam dan kecemerlangan ajaran Muhammad. Sungguh saya lelah diceramahi macam beginian. Sebab jika mereka menyangka saya tidak tahu soal Islam, itu adalah kesalahan asumsi terbesar sepanjang keluarga besar Habe. Contohnya ketika oom saya bercerita bahwa perbedaan antara kristen dan Islam adalah, dalam Islam Muhammad itu manusia biasa dan tidak disembah seperti Jesus. Saat itu ada keinginan kuat saya buat membantah bahwa alibi Muhammad adalah manusia biasa adalah alibi yang naif dan invalid. Jika Muhammad cuma orang biasa, kenapa mesti diberi shalawat setiap sholat? Dan bagaimana menerangkan bahwa Allah sendiri memberikan shalawat sambil mengajak para malaikat buat Muhammad di surat Al Azhaab :56 yang berbunyi

" sesusungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada Muhammad. Wahai orang orang beriman
bershalawatlah kamu kepadanya, serta ucapkan salam sejahtera dan penghormatan sepenuhnya "

**

Ceramah soal moral dan akidah dan segala barang membosankan lainnya lagi lagi saya harus hadapi ketika mengunjungi saudara yang lain di Cinere. Walaupun begitu demi menjaga kelestarian silaturahmi terpaksa saya harus bersikap pasif sambil memberikan salvo salvo joke setengah konyol agar suasana jadi riang dan tidak tegang. Yang saya cukup sesali adalah bagaimana mungkin hampir seluruh keluarga besar ini secara massal menjadi over religious berjilbab jilbab meniru kebiasaan orang arab. Dan bagaimana hati kecil saya merasakan kesendirian yang menyiksa. Saya adalah sang Robinson Crusoe di tengah padang militan. Saya telah berubah luar dalam.Walaupun tetap mencintai mereka, saya akan tetap menolak untuk berpura pura percaya dengan apa yang mereka sembah dan kepada siapa mereka berikan shalawat.Saya tidak akan pernah hormat pada kebrutalan dan kekejian perilaku amoral kanjeng nabinya.

Saya lebih rela menyembah batu dari pada harus berhamba hamba di hadapan altar kemunafikan

**

Mungkin ini adalah upaya terakhir untuk menghibur diri sendiri. Tapi saya tidak mungkin menghujat keluarga besar sendiri. Paling tidak mereka adalah islam kultural yang tidak pernah berniat mencelakakan non Islam. Pada saat mereka merasa tahu banyak soal agama, saya malah jatuh kasihan lantaran sadar bahwa mereka sebenarnya cuma tahu sedikit tentang agamanya sendiri. Saya marah dalam hati ketika mendengar betapa militanya saudara saya sendiri di Bandung- sang arsitek lulusan Amerika, yang berakhir menjadi begitu radikal dengan mengirim semua anaknya di pondok pesantren. Yang paling tua diinapkan disebuah pesantren di Banten. Bagaimana mungkin seorang Ph.D memiliki pola berpikir sedangkal itu? Bagaimana mungkin dia begitu gampang diperdaya ajaran seorang bedouin dari jazirah arab sana tanpa ada melalui semacam filter kritis di benaknya? Maka lagi lagi saya harus menyalahkan arab.Ini jelas lantaran saya masih menyayangi mereka.

**

Kebiasaan saya membaca ketika duduk di toiletpun pernah membawa masalah. Minggu lalu ketika tidak ada koran atau majalah yang saya bisa baca, saya menggaet sebuah buku pedoman doa doa makbul lalu dari dalam kamar keponakan. Setelah sibuk membacanya sekitar 20 menitan sungguh lucu menemukan variasi doa yg saya temukan di sana. Dari doa nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nuh sampai doa masuk toilet, keluar toilet, doa diberikan rejeki,menjelang tidur, bangun tidur, keluar rumah, masuk rumah, doa untuk dibebaskan hutang, doa agar bisa kaya, doa agar wajah secakep nabi Yusuf, doa dimudahkan jodoh, dan sejumlah doa ngeyel lainnya yang tidak pernah saya pikir eksis. Begitu keluar, mengetahui saya membaca buku doa yang memiliki tulisan arab kakak saya marah dan mendamprat saya bisa dilaknat Allah. Saya cuma ketawa, barusan semalam suaminya bilang bahwa Islam adalah ajaran yang antiklenik artinya tidak percaya soal dukun, soal metafisik, atau menyembah barang mati. Nah buku itu sendiri, termasuk Al Quran bukankah cuma barang mati yang materinya cuma dari tinta dan kertas? Mengapa harus ada yang namanya "kitab suci " lalu perlu berwudhu segala sebelum menyentuh itu buku? Mengapa harus ada aturan untuk menaruh quran ditempat yang terhormat? Bukankah itu adalah bagian dari upacara klenik satu jenis dengan tahayul?

**

Jika saya bisa berdoa, saya akan mendoakan semoga anda tidak merasakan kesendirian seperti Habe ketika berada di tengah keluarganya di Jakarta.Sungguh menjadi murtad tidaklah ringan resiko kejiwaannya.Cuma anehnya saat mereka merasa Habe patut dikasihani, saya justru merasa betapa beruntungnya diri ini.Saya bukanlah orang yang tidak bahagia dan lonely. Dalam kesendirian ini entah kenapa hidup terasa lebih penuh dari pada saat ketika saya masih religious dan merasa Allah lebih dekat dari urat nadi.Saya menolak untuk patuh dan tunduk pada Tuhan bengis orang arab.Saya masih percaya dengan kegigihan dan rasa humble saya akan temukan Tuhan yang real nanti- tuhan yang tidak gila pujian dan doa serta maha pencemburu. Tuhan yang tidak menyiapkan kerak neraka jahanam bagi orang yang mau menyembah tuhan selain dia.Nun jauh di sana.. jauh di pojok hati , saya tetap yakin samar samar Tuhan yang asli akan menunjukan wajahnya tidak lama lagi..



February 6, 2010

Habe

LIST OF COMMENTS


1/4. Arti Dosa
Written by Guest - Tuesday, February 09 2010

Dimanapun saat ini entah daerah kumuh maupun elit,lingkungan baik2 maupun jahat, pria wanita, penuh dengan orang yang sangat taat beragama entah apapun agamanya. Sangat jelas terlihat ketaatan ini tidak menjadikan orang2 ini berprilaku baik bahkan cenderung orang2 ini hilang segi manusiawinya dan menjadikan kehidupan ini menjadi ter-kotak2 dan membosankan. Hampir setiap hari manusia2 ini hanya mengungkapkan hal2 yang klise, kita bisa lihat ungkapan2 mereka di facebook jarang yang bernilai bahkan cenderung hanya klise saja. Kita sangat sulit mencari buku2 pengetahuan praktis di toko2 buku di Indonesia contoh bila anda punya keinginan membuat sepatu anda tidak akan menemukan buku mengenai hal tersebut, kebanyakan buku2 yang dijual hanyalah buku kerohanian, kejiwaan dan yang paling bermutu adalah yang mengenai tanaman, resep2 masakan dan beberapa hal mengenai komputer. Di Indonesia tidak mudah kita menemukan buku mengenai bagaimana membuat furniture atau cara membuat kusen yang baik dll yang berhubungan dengan keakhlian praktis yang dapat meningkatkan skill kita karena tidak menarik. Untuk buku2 bermutu kita harus memburunya diluar negeri. Masyarakat saat ini lebih suka membicarakan masalah2 yang gaib dan sulit untuk dibuktikan.

2/4. Monk
Written by Guest - Friday, February 12 2010

Habe, saya sangat setuju dengan pendapat kamu. Saya Atheist, tapi bukan berarti bahwa saya anti-agama. Kenyataannya, agama membuat banyak manusia menjadi munafik dan tidak menggunakan akal sehatnya (yang katanya diberikan tuhan untuk membedakannya dengan binatang, ironis, bukan?). Yang menyedihkan lagi seperti cerita kamu, kok Islam identis dengan cara berpakaian bedouin arab ( yang memakai kerudung baik laki-laki maupun perempuan karena alasan pragmatis - tinggal di gurun pasir)sedangkan kita sendiri mempunyai kebudayaan yang begitu tinggi dengan pola berpakaian yang begitu elegan seperti kebaya yang body hugging :-)

3/4. Imam
Written by Guest - Wednesday, February 24 2010

Habe ..cobalah berdiskusi apa yang ada di pikiran anda tentang Islam dgn mereka yg benar mengerti arti islam bisa anda tanya ke MUI ..NU atau Muhammdiyah dan minta saran kepada siapa anda harus bertanya ..sebelumnya mohon di buat tulisan dari mana anda belajar islam? mungkin pemahaman anda yg salah

4/4. Habe=Dangkal
Written by Guest - Sunday, February 28 2010

Gabe masih dangkal pemikirannya, jadi biarkan saja dia berujar spt itu, Laknat akan menjeputnya dan Neraka tempatnya disana

Add Comments
Last Updated ( Saturday, 06 March 2010 )
 
< Prev   Next >