Superkoran

Sponsored Links

Irwan Ariston Napitupulu: Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin Print E-mail
User Rating: / 5
PoorBest 
 Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang mungki tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya. Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom
bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan
kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin
yang terhirup.

Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar sambil
ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut.

Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya menjawab
bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak. Dan
makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan
sakit di dada semakin menjadi.

Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka
semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang mereka
memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk
tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai
masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu
akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan.

Hazrah kazrah!

Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya seragam.
Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi yang
mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.

Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus mereka
tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan
gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak
mereka.

Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker penutup
hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik
senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.

Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para
pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom bensin
agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin dengan
masker penutup hidung.

Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom bensin
ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan saya.
Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman petugas
pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap
bensin.

Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa
diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung.

catatan:
Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan tiga
shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam. Jumlah
jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.

Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir dapat
mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin dibolehkan
memakai masker penutup hidung.

jabat erat,

LIST OF COMMENTS


1/16. Izin forward
Written by Guest - Thursday, October 23 2008

Bang Irwan minta izinnya utk forward ke forum2 lain. semoga dapat membawa perubahan bagi mereka. Terimakasih.

2/16. Siapa suruh kerja di pom bensin.
Written by Guest - Thursday, October 23 2008

Itulah nasib orang bodoh dengan pola pikir terbelakang, mereka tidak punya pilihan.

3/16. Siapa suruh kerja di pom bensin.
Written by Guest - Thursday, October 23 2008

Itulah nasib orang bodoh dengan pola pikir terbelakang, tidak punya pilihan dan hanya bisa menuruti pihak yg posisinya lebih kuat.

4/16. untuk yang minta ijin memforward
Written by admin - Thursday, October 23 2008

Silakan melakukan forward ke milis milis tapi tolong sumbernya: nama penulis dan link ke superkoran ditambahi: www.apakabar.ws Penulisnya sudah memberi ijin menyebarkan untuk tujuannya yang ingin memperbaiki nasib petugas pom bensin

5/16. Pengaruh bagi tubuh
Written by Guest - Thursday, October 23 2008

Bisa minta data atau analisa pengaruh uap bensin bagi kesehatan ? Biar ajakan ini makin kuat.

6/16. Komentar dungu dan angkuh
Written by Guest - Friday, October 24 2008

Yang menulis komentar #2 dan #3 itu dungu,bodoh dan angkuh !!! Emangnya di Indonesia dengan sikon sekarang ini semua bisa bayar sekolah ? Biar yang pinternya selangit kalau gak becus bayar sekolah plus pungli2 plus ongkos indekosan plus ongkos makan,buku dan lain lain emangnya diterima disekolah ? Apalagi di universitas !! Penulis #2 dan #3 terlalu dungu dan goblok !

7/16. Betuuul
Written by Guest - Friday, October 24 2008

Betuuul sekali ! Andaikata yang nulis no.2 dan no.3 itu lulusan universitas (gak tahu S1,S2 atau S3)tentu ijasahnya cuma ijasah beli...buktinya otaknya otak udang , kagak bisa mikir !

8/16. uap bensin merusak kesehatan
Written by Guest - Friday, October 24 2008

Gasoline vapors are bad to breathe. When you smell gas, that means some highly toxic substances are in the air. Topping off your tank damages the vapor recovery system that’s designed to minimize the amount of vapors released into the air and protect our health. Gas vapors also include volatile organic compounds that are involved in the formation of smog, which harms our lungs

9/16. Ya,ya..
Written by Guest - Friday, October 24 2008

Kom nomer 8 : Udah tahulah sejak kecil, uap benzin ya racun tuuuh , kaga usah dibilangin ! Karena itu makanya bung Irwan nulis , komentar nomer 8 itu : ada atau kagak ada sama saja...

10/16. terima kasih atas bantuan Beruangkutub
Written by admin - Friday, October 24 2008

Terima kasih untuk "beruangkutub" yang membantu dengan mengirimkan ke komunitas Kaskus. Sekalian undang teman teman Kaskus ke Superkoran!

11/16. SPBU
Written by Guest - Friday, October 24 2008

yang menganngap petugas pom bensin itu bodoh dan tidak punya pilihan justru itulah yang bodoh dan tidak pake otak....(no 2 dan 3)kita sebaiknya cari solusi yang tepat bwt sodara kita yang bekerja di SPBU.

12/16. tidak berhati dan berotak
Written by Guest - Friday, October 24 2008

yang nulis komentar no 2 dan 3 memang punya nyawa tapi kosong otaknya dan busuk hatinya ... hehe mari ramai ramai kita tuntut Pengusaha Pom Bensin (Taufik Kimas dan Mega?)

13/16. IQ
Written by Guest - Saturday, October 25 2008

Si Tolol penulis komentar 2 dan 3 jika di test IQ nya dan dibanding IQ bung petugas pomp mungkin malah cuma separohnya kali, kalo bung petugas pomp 130 misalnya, si Tolol 2&3 ya cuma 65....hehe. Otaknya diisi apa seh? Bubur kacang ijo kali.

14/16. ayo buat kebaikan meski dari hal yg kecil-kecil
Written by Guest - Saturday, November 01 2008

tulisan bung irwan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja sudah diatur dalam uu ketenaga kerjaan. dalam hal ini pengusaha bom bensin semestinya memperhatikan keselamatan dan kesehatan pekerjanya dan pihak dinasker setempat mesthinya melakukan fungsi kontrolnya. jika concern k3 ini dapat disuarakan banyak orang dan melalui jalur yg benar (dinasker) sy yakin akan ada perubahan yg significant terhadap pekerja bom bensin tsb. tabik

15/16. bom bensin # 14
Written by Guest - Monday, November 03 2008

Weleh weleh... Rupanya sekarang banyak pekerja pekerja bom bensin....bumm!! Dimana mana teroris ...bom bensin...bummm...!!!

16/16. Ada Gunanyakah?
Written by Guest - Monday, November 10 2008

Mangap, Mas. Kalau yang dimaksud adalah masker kertas yang dipake waktu bencana asap dulu kayanya saya ragu. Itu kan cuma untuk menyaring partikel debu dalam ukuran besar. Emangnya bisa dipake untuk nyaring uap bensin?

Add Comments
Last Updated ( Friday, 21 November 2008 )
 
< Prev   Next >