Superkoran

Sponsored Links

Jumlah Pengunjung sampai hari ini

Visitors: 4750600

Who's Online

We have 2 guests online
Kumpulan Tulisan Damar Shashangka:
 Kumpulan tulisan Damar yang berkaitan dengan runtuhnya kerajaan Majapahit dan pengislaman Indonesia dan Syech Siti Jenar:
Read more...
 
Said: Kumpulan tulisan Win Wan Nur
   kolom ini berisi semua tulisan Win Wan Nur di Superkoran sejak Mei 2008
Read more...
 
Said: Kumpulan tulisan Anwari Doel Arnowo
 kolom ini berisi semua tulisan Anwari Doel Arnowo di Superkoran sejak Juni 2006
Read more...
 
Buku Tamu - tolong diisi

Januari 2010: 3 bulan setelah 4 juta - sekarang sudah melewati 4,500,000 pengunjung!

Oktober 2009: Pada usia 4 tahun, SK sudah melewati angka 4,000,000 pembaca!

Juni1, 2009:Superkoran melewati 3,000,000 pembaca - 5 bulan setelah tonggak 2 juta

Jan 9, 2009 - >Tak dinyana, tak diduga, hari ini Superkoran sudah melewati 2.000.000 pengunjung. Agustus 2008 baru 1.000.000 pengunjung. Butuh waktu 3 tahun untuk mencapai 1 juta. Tapi 1 juta berikutnya cuma butuh waktu 5 bulan. Terima kasih atas bantuan penulis dan pembacanya, baik yang suka maupun yang belum.

Minggu, 19 Oktober 2008  Mohon bantuannya untuk mengisi buku tamu Superkoran. Silakan isi komentar anda mengenai Superkoran.

 

 

Read more...
 
Said: Kumpulan tulisan Habe

 kolom ini berisi semua tulisan Habe di Superkoran sejak Juli 2008

Habe: Taksi Haji Siddik
Habe: Tuhan di Las Vegas Boulevard

Read more...
 
Pengumuman untuk Penulis Superkoran tahun 2010

 PERUBAHAN: user name PENULIS tak berlaku lagi. Semua tulisan bisa dikirim lewat This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau lewat Apa Kabar di Facebook. Kiirm permintaan menjadi "teman" dengan Apa Kabar di FB dan anda bisa tag kalau ada tulisan.

 

 

Read more...
 
Habe: Taksi Haji Siddik Print E-mail
User Rating: / 8
PoorBest 
 Hari itu saya hentikan taxi di daerah Kuningan di Jakarta. Agak kaget lantaran yang jadi supirnya mengenakan pakaian haji pekat. Haji yang mirip imam bonjol saya baca namanya yang terpampang di kartu identitas: H. Muhammad Sidik. Berasal dari Jawa Timur.

Senang dan merasa aman naik taksi Haji Siddik. Apalagi
dia begitu kalem dan sopan plus taksinya "non smoking."
Tasbih terjungkai dibawah kaca spion dalam. stiker
doa doa dalam bahasa arab berentetan dekat dash board.

Haji Siddik sudah naik haji 3 kali. Dia ngomong begitu tanpa
ada rasa menyombong sama sekali. " ketagihan mas saya"
katanya kalem. Saya tanpa sadar menyindir " pak haji
bukannya naik haji cukup sekali? Kalau berlebihan namanya
mudarat kan? " Dia menggeleng " Selagi hidup dan mampu
apa salahnya mas? " Saya memberikan salvo " bukannya
ada yang lebih penting dari naik haji berkali kali? misalnya
membantu tetangga yang miskin? Atau meningkatkan
kebersihan kampung kita yang jorok supaya orang orang
bisa hidup sehat? " Lalu wajauh pak Siddik berubah dari
seorang Imam Bonjol menjadi serdadi Marsose yang siap
menangkap mata mata inlander. " Lho duit duit sendiri,
ya terserah saya mau naik haji sepuluh kali juga"
Rada menyesal saya minta maaf pada Haji Siddik. Betul
itu duit dia yang susah dicari. Buktinya lihat dia nyetir taksi
rata rata 14 jam sehari.Cuma pak duh alangkah mubazirnya
duit yang dicari dihabiskan buat kebutuhan emosional berdekat
dekatan dengan Allah yang maha selfish itu? Gitu lho pak...

Taxi Haji Siddik warnanya hijau. Saya lupa apa nama perusahaannya.
Keluar dari itu taksi saya ditampar panas Jakarta kembali. Seorang
pengendara motor hampir menyerrempet tubuh ketika hendak
menyebrang jalan. Saya liat terakhir kali Taksi Pak Haji berbelok
ditikungan di depan Bintaro Plaza. Sedih juga memikirkan kenapa
begitu acak acakan urutan prioritas manusia seperti dia. Dan sedih
juga kenapa kita orang Indonesia masih juga berlomba lomba ke
arab sana cuma ingin mengikuti jejak ritual para paganis pra Muhammad
yang muter muter Kabbah entah mencari apa.

Saya, Hasan Basri, suatu saat tetap akan naik haji.
Tapi saya muter disana terakhir kali bukan sekedar mencari kepuasan
emosi romantis kedekatan dengan ego Allah dan rasulnya. Saya cuma
ingin menjadi penjejak kebenaran. Kalau Allah ternyata membuka ini mata
hati disana, saya akan tetap Islam. Kalau ini hati tetap kosong saya akan
salah Allah atau saya malah curiga kalau dia tidak eksis. Lalu saya akan
hijrah dari Islam menjadi humanis utuh.


Hasan Basri


LIST OF COMMENTS


1/17. Rupanya...
Written by Guest - Friday, July 04 2008

Rupanya pak haji Siddik lebih mementingkan membantu orang2 arab dg membuang2 devisa berkali2 d.p. menolong tetangga dan kampungnya ! Salah satu bentuk egoisme ?

2/17. perlu..
Written by Guest - Friday, July 04 2008

Pak haji Siddik, kau perlu dididik..........

3/17. Bertobatlah
Written by Guest - Monday, July 07 2008

Awal mula hidup ini adalah karena energi, Tuhan dan alam ini adalah energi, energi ada positif dan negatif, energi positif bermanfaat utk kehidupan. Kalau menghimbau/mempengaruhi/mengajak atau lebihlagi memprokasi orang lain untuk berpikiran menyimpang, itu namanya energi negatif, energi negatif itu adalah IBLIS atawa SETAN, sebelum kadung jadi setan maka yang nulis opini diatas sebaiknya BERTOBATLAH.

4/17. Habe: Taksi Haji Siddik
Written by Guest - Monday, July 07 2008

pak Hasan, coba jawablah pertanyaan ini : Siapakah kamu ? Dari mana kamu berasal ? Kemana pergi setelah mati ?

5/17. gawat dech..
Written by Guest - Wednesday, July 16 2008

jangan-jangan pak hasan ini adalah orang jahudi atau anteknya yang berusaha mendangkalkan islam atau keislaman orang lain.

6/17. Apa Tuhannya berbeda ?
Written by Guest - Thursday, July 17 2008

Saya setuju dengan Pak Hasan Basri. Inti ungkapan Pak Hasan Basri menanyakan kenapa naik haji lebih dari 1 kali adalah : Apakah kita ingin masuk sendirian ke surga atau ingin mengajak orang2 lain juga masuk surga ? Soal Pak Hasan Basri mau pindah agama, kenapa harus diributkan. Apakah agama yang lain itu Tuhannya juga lain ? Kalau iya, berarti kita secara tidak langsung mengamini bahwa ada Tuhan yang lain. Malah makin ruwet kan.... Sudahlah, ngga usah mempermasalahkan agama dalam artikel tadi.... Lakum dinnukum waliyaddin.

7/17. maju terus Habe!
Written by Guest - Thursday, July 17 2008

senang sekali HB muncul lagi dengan pemikiran yang kritis dan tajam di Superkoran. Ini debut baru atau ini baru debut?

8/17. superkoran pusat kafir
Written by Guest - Thursday, July 24 2008

orang seperti Siddik ini banyak di Indonesia. Orientasinya nabung untuk surga bukan untuk dunia. Matilah kau orang orang kafir!

9/17. Buktinya...
Written by Guest - Saturday, July 26 2008

Jangan menghina2 orang kafir euih...orang2 kafir banyak yg pinter2 dan banyak jasanya buat kemanusiaan dibanding yg naik haji berkali2 tapi hanya utk kenikmatan diri sendiri dihari nanti.....ya kalau sorga itu ada,kalau nggak ? Lagi pula Tuhan akan menyayangi orang2 yg tidak egois,yg mau berkorban utk orang lain..bukan yg mikir diri sendiri.

10/17. Mau Menang Sendiri
Written by Guest - Monday, July 28 2008

Habe mau menang sendiri. Ngapain juga dia menjudge orang. Kalo ngga mau beragama, ya sudah jangan jelek-jelekin orang beragama. Bagusan punya agama daripada ngga punya sama sekali.

11/17. mau memang sendiri?
Written by Guest - Tuesday, July 29 2008

Lha,sampeyan gimana? Sama saja, mau memang sendiri. Apa alasannya kalau beragama lebih baik dari tidak beragama? Boleh korupsi? Lihat di Indonesia, semua beragama - semua korupsi

12/17. islam abangan
Written by Guest - Tuesday, June 02 2009

wah mas HB ini ga pernah belajar agama ya mas, atau islam abangan ( alias KTP doang ). Emang mas ini siapa bisa mencaci Allah dan Rasulnya egois, emang mas ini punya siapa.

13/17. Mudah-mudahan
Written by Guest - Tuesday, June 09 2009

Ya sudah lah mas.. mudah mudahan Allah gak Egois juga untuk menyesatkan mas HB.. wong Allah itu juga gak butuh mas HB....Cuman ya itu.. klo aku seh tetep butuh Allah... munusiawilah, humanist gak musti kehilangan Tauhid... Ingat-ingat praksiologis tetep butus ranah proposisi jangan sampai yang empiris dianggap sebagai apriori...

14/17. Renungan Haji Sidik
Written by Guest - Thursday, October 15 2009

Pak ustad saya dulu (30 tahun yg lalu) bilang, kalau naik haji cukup sekali. Itupun kalau mampu, tidak boleh memaksakan diri. Mungkin ustad sekarang mengajarkan yg berbeda untuk naik haji setiap kali ada kesempatan, apalagi kalau mengajak ustad/ustadjah mereka untuk dibiayai naik haji bersama-sama. Lain jaman, lain cara pengajarannya, walaupun agamanya tetap sama. Makin berkembang, walaupun sekarang berkembang kearah yg tidak jelas. Mustinya kita sekarang lebih mementingkan mengulurkan tangan kita semua untuk membantu umat yg membutuhkan, termasuk korban gempa Padang kemarin. Mbok ya kalo menjadi muslim, jadilah muslim yg memakai otak, bukan hanya atas dasar ajaran orang lain. Bukannya diajarkan di Islam untuk selalu mempergunakan nalar, selalu membaca dan belajar demi kebaikan umat, bukan hanya kebaikan diri sendiri.

15/17. naik haji
Written by Guest - Thursday, December 03 2009

aku setuju ma mas HB mbok kalo naik haji cukup sekali saja g' usah bolak-balik naik haji berulang-ulang mending uangnya disumbangkan untuk hal-hal yang bermanfaat kayak nyumbang masjid,panti asuhan ato mungkin uangnya kita kasih aja bwt orang yang ingin naik haji tapi mereka g' mampu dalam hal materi. saran saya kalo mau naik haji jangan cuma siap lahir (materi)-nya aja tapi batinnya (sifat)-nya juga ngapain naik haji sampe berkali-kali kalo sifatnya kayak haji siddik, buang-buang uang doang

16/17. mr boom
Written by Guest - Thursday, March 04 2010

memang kita harus kristis , naik haji itu hanya ibadah lahiariah semata , pikirlah setelah dari sana itu apa lebih suci atau bagaimana ? tetep korupsi , indonesia tetep melarat , mending perhatikan saudara sebangsa dari pada orang arab , lagian ALLAH itu kan ga punya rumah DIA memiliki segalanya dan ada dimana mana ga hanya di ARAB

17/17. setuju
Written by Guest - Thursday, March 04 2010

setuju bung HABE , masih banyak saudara kita di indonesia yang miskin , ngapain bantuin orang ARAB jadi ke ARAB ARABAN , lagian ALLAH itu ada dimana mana dan bukan ALLAHnya orang ARAB , ALLAH juga ada di INDONESIA

Add Comments
 
< Prev   Next >
Duel Habe - Meta - Indonesia 2030
 
Rosnida Sari: Orientasi kampus
Read more...
 
Iwan Piliang: Manusia Universal & Masjid Monumental
 Inilah Sketsa ke-3 perjalanan memfasilitasi kepulangan sosok Ziad dari Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) ke Indonesia. Ada pembaca, mengeluhkan panjangnya tulisan ini. Satu tulisan lebih dari 2.500 kata. Konon bagi majalah sekaliber The New Yorker, tulisan 2.000 kata (edited), mereka masukkan ke kelompok rata-rata. Saya mencoba belajar ke sana, tentu spesial saya hidangkan bagi Anda yang senang membaca. Karya monumental tak boleh asal. Lihatlah bangunan Masjid Syeh Zayed di PEA.
Read more...
 
Habe: Indonesia 2030 ( Sebuah Prediksi )
Image Semua orang tahu bahwa banyak pengamat politik dan sosial saat ini bertebaran di Indonesia.Contohnya para talking heads yang bisa anda saksikan berdebat sampai berbusa busa di acara tv tiap hari.Tapi hanya sedikit orang yang berani menjadi dukun seperti saya, yang seperti prabu Jayabaya atau ki Gendeng Pamungkas berusaha memprediksi masa depan negara sampeyan yang bernama Indonesia dalam beberapa dekade ke depan ke dalam bahasa ilmiah.
Read more...
 
Metamorfosa: Prediksi Indonesia di Tahun 2030
Sebelum kita memasuki tulisan inti, ada baiknya kita menengok lebih dalam makna dari kata "prediksi" itu sendiri. Saya pribadi berpendapat bahwa makna prediksi tidak bisa disamakan dg ramalan, meskipun keduanya bersifat mencoba membaca sesuatu yg akan terjadi (visi), namun keduanya memiliki 'metodology' yang berbeda sebagai pijakan.
Read more...
 
Win Wan Nur: Mengintip Sejarah Gayo Melalui Silsilah Keluarga
Karena tidak ada catatan, aku tidak tahu persis sejak kapan keluargaku mulai menetap di Isaq.
Read more...
 
Kurnia Harta Winata: KOEL 9
 alamat fans page: http://www.facebook.com/pages/KOEL/167370362833
Read more...
 
Win Wan Nur: Isaq Kampungku Yang Bersuhu Hangat
Isaq, adalah nama ibu kota kecamatan Linge yang masuk ke dalam wilayah administrasi kabupaten Aceh Tengah. Tapi meskipun statusnya adalah ibu kota kecamatan, jangan membayangkan Isaq itu sebagaimana layaknya ibukota kecamatan di pulau jawa yang ramai. Karena meskipun statusnya ibu kota kecamatan, tapi Isaq letaknya terpencil di tengah hutan pinus di pedalaman Tanoh Gayo yang ditinggali penduduk yang lebih sedikit dari sebuah RW di Jakarta.
Read more...
 
Sehat Ihsan Shadiqin: Islah Para Pejuang Rakyat
Read more...
 
Habe: Tokek
Image
Read more...
 
Iwan Piliang: Ibarat Puzzle Inilah Penggalan “Kombur” TKW & Ziad
Tugas diplomat Indonesia di luar negeri, seperti saya simak di Persatuan Emirat Arab (PEA), juga cerita sosok Indonesia bekerja di Oman, bermuara: galebeh-tebeh urusan Tenaga Kerja Wanita (TKW): kabur dari majikan; di bawah umur; dilecehkan seksual; diperkosa; jatuh dari gedung; disetrika panas; sengaja menjual diri alasan terpaksa; bersuami seakan berpoliandri di negeri orang; panjang kata jika dilanjutkan. Jahanam kali laku lelaki - - termasuk saya - - mengirim perempuan mara ke manca negara. US $ 6, 615 miliar peneriman dari TKI, 2009, setara Rp 59, 5 Triliun, tiada arti apa-apa dibanding penggelapan pajak melalui transfer pricing pelaku usaha di Indonesia yang setahun melebihi Rp 1.000 Triliun. Buat apa mendidik, menggaji mahal para diplomat, jika pekerjaannya terguras arus mengurus TKW. Lanjutan Sketsa Ziad Salim Zimah yang “tertahan” 8 tahun di PEA, pulang bersama saya 16 Februari 2010: mencairkan rindu air mata darah sang ibu.
Read more...
 
Didik Elpambudi: Tak Mudah untuk Bercerita
Sekitar 33 tahun lalu, usiaku lima tahun. Aku tinggal lingkungan etnis Tionghoa di Kabanjahe, Tanah Karo. Aku sekolah di kelas nol kecil Taman Kanak-kanak Roma Katolik. Aku belum lama tinggal di kota itu. Aku pindah dari Siantar, kota kelahiranku, karena Bapak yang bekerja di salah satu badan usaha milik negara ditugaskan ke Tanah Karo.
Read more...
 
Sehat Ihsan Shadiqin: Sesendok Air di Kolam Madu
Read more...
 
Ismail Asso: Nasionalisme- Perspektif Papua
Read more...
 
Rosnida Sari: Ketidakegoisan seorang dosen
Tahun 2008 lalu,sepasang suami istri yang juga dosen datang dari Kanada untuk berkunjung ke Aceh. Tepatnya, ke kampus saya di IAIN. Kedua mereka mengajar di fakultas yang berbeda di kampus saya.
Read more...
 
Habe: The Good Malin Kundang
Image
Read more...
 
Edizal: Birunya Pulau Cebu (1)
Philippine Airlines yang kami tunggangi menderu laju menyibak langit musim salju yang berkelabu murung menuju daerah selatan yang benderang. Berselonjor ria kami di window seat yang diminta kepada gadis loket di Bandara Narita. Sebetulnya tak usah menuntut begitu karena perut pesawat ini hampir kosong melompong dengan bangku yang terisi lebih kurang 20% saja.
Read more...
 
Sehat Ihsan Shadiqin: Sandiwara di Ruang Kelas
 Jujur, meskipun saya sudah mengajar beberapa tahun di perguruan tinggi, tapi saya tidak pernah bertanya pada mahasiswa, apakah ia puas dengan apa yang saya lakukan untuk “mendidik” mereka atau tidak. Saya tidak bertanya karena satu sisi saya pikir “apa perlu bertanya demikian?” Satu sisi yang lain saya sudah tahu jawabannya, pasti mereka akan mengatakan “tidak puas.’ Sebab siapa sih manusia yang pernah benar-benar puas? Tapi tiba-tiba saya berfikir untuk mencoba bertanya pada seorang teman, apakah ia pernah menanyakan kepada mahasiswanya tentang kepuasan. Ternyata jawabnya sama dengan saya. “tidak pernah.” Ia bahkan menambahkan, “tugas kita memberikan bahan dan materi pelajaran, menjelaskan, membuat mereka mengerti dan mengujinya di ujian. Persoalan apakah mereka puas atau tidak itu urusan mereka.” Apalagi, katanya, mahasiswanya malas-malas, nggak mau belajar, malas membaca dan lainnya.
Read more...
 
Denny Baonk: Maharaja, Oscar & Cupang
Kemaren, maharahja ceritanya ngumpulin mentri-mentrinya maen rapet-rapetan di Kabin.
Seperti juga kalo kita naek bis kota, namanya rapet-rapetan wajar lah kalau terjadi juga nainggol-nainggolan.
Read more...
 
Habe: Orang Murtad Ziarah
ImageMemasuki gerbang pemakaman umum Tanah Kusir siang itu, matahari Jakarta seperti makin edan memanggang garang tidak memperdulikan gerahnya para pengantar rombongan upacara penguburan yang mencluster di area kuburan.Saya datang kembali setelah terakhir ziarah sekitar 10 tahun yang lalu ke makam mama di sini.
Read more...
 
DN Aidit:: Sedjarah Diriku VI
 SEDJARAH HIDUPKU (DARI BELITUNG SAMPAI BERKELANA TAK HINGGA) DISUSUN OLEH: DIPA NUSANTARA AIDIT
Read more...
 
Denny Baonk: Konspirasi Langit
Saya heran. Kenapa tiap mau jemput anak saya pulang sekolah, hari yang terang benderang tiba-tiba jadi muram lalu nangis kenceng-kenceng. Hujan deras, lalu masih pula dilengkapi petir yang nyamber-nyamber mengerikan.
Read more...