Superkoran

Sponsored Links

Jumlah Pengunjung sampai hari ini

Visitors: 4746364

Who's Online

We have 1 guest online
Kumpulan Tulisan Damar Shashangka:
 Kumpulan tulisan Damar yang berkaitan dengan runtuhnya kerajaan Majapahit dan pengislaman Indonesia dan Syech Siti Jenar:
Read more...
 
Said: Kumpulan tulisan Win Wan Nur
   kolom ini berisi semua tulisan Win Wan Nur di Superkoran sejak Mei 2008
Read more...
 
Said: Kumpulan tulisan Anwari Doel Arnowo
 kolom ini berisi semua tulisan Anwari Doel Arnowo di Superkoran sejak Juni 2006
Read more...
 
Buku Tamu - tolong diisi

Januari 2010: 3 bulan setelah 4 juta - sekarang sudah melewati 4,500,000 pengunjung!

Oktober 2009: Pada usia 4 tahun, SK sudah melewati angka 4,000,000 pembaca!

Juni1, 2009:Superkoran melewati 3,000,000 pembaca - 5 bulan setelah tonggak 2 juta

Jan 9, 2009 - >Tak dinyana, tak diduga, hari ini Superkoran sudah melewati 2.000.000 pengunjung. Agustus 2008 baru 1.000.000 pengunjung. Butuh waktu 3 tahun untuk mencapai 1 juta. Tapi 1 juta berikutnya cuma butuh waktu 5 bulan. Terima kasih atas bantuan penulis dan pembacanya, baik yang suka maupun yang belum.

Minggu, 19 Oktober 2008  Mohon bantuannya untuk mengisi buku tamu Superkoran. Silakan isi komentar anda mengenai Superkoran.

 

 

Read more...
 
Said: Kumpulan tulisan Habe

 kolom ini berisi semua tulisan Habe di Superkoran sejak Juli 2008

Habe: Taksi Haji Siddik
Habe: Tuhan di Las Vegas Boulevard

Read more...
 
Pengumuman untuk Penulis Superkoran tahun 2010

 PERUBAHAN: user name PENULIS tak berlaku lagi. Semua tulisan bisa dikirim lewat This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau lewat Apa Kabar di Facebook. Kiirm permintaan menjadi "teman" dengan Apa Kabar di FB dan anda bisa tag kalau ada tulisan.

 

 

Read more...
 
Anwari Doel Arnowo: JUMLAH PULAU Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Kamis, 19 Juni 2008  Terkejut dan kurang bisa menerima, bukannya kecewa karena jumlah yang berkurang akan tetapi bagaimana mungkin setelah 63 tahun NKRI Merdeka?? Sudah sekian lamanya, kita baru tahu??
Selama ini saya sudah ikut berpegangan angka 17000 pulau, bahkan salah satu, saya lupa siapa, yang bekerja di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) mengatakan bahwa jumlahnya mungkin mencapai 19000. Bahkan jumlah-jumlah yang tersiar di masyarakat luas itu  sudah saya kutip berkali-kali di dalam tulisan-tulisan saya yang lalu.

Kita semua mengetahui bahwa jumlah pulau itu tidak bisa tetap angkanya karena semua relatip. Relasinya terhadap waktu dan relasinya terhadap dinamika yang ada di Planet Bumi tidak bisa diduga oleh siapapun. Kita semua sejak semula mengetahui bahwa sebuah pulau itu bisa saja lenyap ke bawah permukaan laut, dan sebaliknya juga bisa timbul yang baru. Itu adalah dinamika rupa Planet Bumi. Bisa karena gempa, bisa karena ada keluaran lahar dari bawah dasar air laut dan lain-lain sebab yang belum diketahui seperti lempengan benua dan lempengan pulau yang bergeser, yang bisa menyebabkan tsunami.

Saya terkejut bahwa pulau yang bisa dihitung sekarang jumlahnya hanya ada sekitar setengahnya dari 17000 buah jumlah pulau. Kita bisa baca pada berita Kompas hari ini (tercantum di bawah), bahwa penghitungan belum sepenuhnya tuntas selesai, akan tetapi telah diyakini petugas yang mengerjakannya bahwa benar-benar akan jauh berkurang di bawah 17000 buah pulau. Apakah teknologi pemotretan dengan satelit tidak bisa membantu. Bukankah dengan Google Earth, rumah tinggal siapapun dimuka bumi ini bisa dipotret, bahkan saya sudah menandai di mana saja saya sedang bertempat tinggal, apakah di Toronto-Kanada, di Bintaro yang terletak di Tangerang atau di Singapura.

Membaca data yang akurat memang kadang terasa pahit, akan tetapi dalam hal jumlah pulau ini sungguh amat memalukan saya. Saya bisa mengurangi banyak rasa malu saya mengenai hal ini, karena telah diberi wewenang resmi para petugas dari pemerintah dan akan melaporkan hasilnya kepada P.B.B. pada tahun 2012.

Semoga setelah bertemu angka yang mendekati sempurna, ditambah juga dengan pemberian nama yang benar dan tidak salah,  lain untuk setiap pulau sebuah nama yang berlainan, tidak sama!!

Silakan membacanya:

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/19/00195079/jumlah.pulau.berkurang

Jumlah Pulau Berkurang


Hasil Verifikasi di 25 Provinsi Terhitung 8.172 Pulau

Kamis, 19 Juni 2008 | 00:19 WIB

Jakarta, Kompas - Selama ini pulau di Indonesia disebutkan berjumlah 17.508, tetapi ternyata data yang menjadi acuan itu tidak sesuai dengan yang ditemukan Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi di lapangan. Diperkirakan hasil verifikasi jauh di bawah jumlah itu.

Hal ini terungkap dalam bedah buku berjudul Toponimi Indonesia, Sejarah Budaya Bangsa yang Panjang dari Permukiman Manusia dan Tertib Administrasi yang ditulis oleh Prof Dr Jacub Rais dan kawan-kawan.

Buku setebal 280 halaman yang diterbitkan Pradnya Paramita itu dibahas oleh Direktur Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan Alex Retraubun serta Direktur Wilayah Administrasi dan Perbatasan Departemen Dalam Negeri Kartiko Purnomo di Jakarta, Rabu (18/6).

Pada acara tersebut juga diluncurkan buku biografi Jacub Rais 80 Tahun, Merintis Geomatika di Indonesia, untuk memperingati 80 tahun usia guru besar emeritus Institut Teknologi Bandung dan mantan Kepala Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) ini yang lahir pada 18 Juni 1928.

Selama ini, ungkap Jacub, penyebutan jumlah pulau di Indonesia memang tidak berdasarkan survei yang menyeluruh. Meski demikian, pada tahun 1987 Indonesia telah melaporkan pada Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perubahan jumlah pulaunya, dari 13.667 menjadi 17.508.

"PBB sebenarnya tidak minta laporan tentang jumlah pulau. Namun, menjadi kegiatan negara untuk melakukan pembakuan nama geografis, termasuk pembakuan nama pulau," ujar Jacub, pakar toponimi atau penamaan unsur daerah di muka bumi.

Di Indonesia, pada tahun 1987 jumlah pulau yang bernama tercatat hanya 5.707 pulau.

Tinggal delapan provinsi

Alex, yang menjadi penanggung jawab survei penamaan pulau pada Timnas Pembakuan Nama Rupabumi, menjelaskan, survei yang dilakukan sejak tahun 2005 hingga medio 2007 menghasilkan data 4.981 pulau yang tersebar di enam provinsi.

Jumlah itu telah dibakukan oleh pihak terkait, yaitu Departemen Dalam Negeri, Departemen Kelautan dan Perikanan, serta Bakosurtanal, dan dilaporkan pada Konferensi Ke-9 PBB tentang pembakuan nama geografis.

Menurut Kartiko, sampai Juni 2008 ini terakumulasi 8.172 pulau dari 25 provinsi yang telah diverifikasi.

Ada delapan provinsi lagi yang akan disurvei, antara lain, Nanggroe Aceh Darussalam, Banten, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Kartiko dan Alex yakin hasil akhir verifikasi jumlah pulau itu akan jauh lebih sedikit dari 17.508 pulau yang diyakini sekarang ini.

"Data keseluruhan jumlah dan nama pulau di Indonesia akan dilaporkan kepada PBB pada tahun 2012," lanjut Kartiko.

Sebelumnya, daftar nama pulau tersebut akan dikukuhkan dengan peraturan presiden dan menjadi referensi resmi negara untuk penyelenggaraan pemerintahan, pendidikan, atau kepentingan lain. (YUN)
Add Comments
 
< Prev   Next >
Duel Habe - Meta - Indonesia 2030
 
Rosnida Sari: Orientasi kampus
Read more...
 
Iwan Piliang: Manusia Universal & Masjid Monumental
 Inilah Sketsa ke-3 perjalanan memfasilitasi kepulangan sosok Ziad dari Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) ke Indonesia. Ada pembaca, mengeluhkan panjangnya tulisan ini. Satu tulisan lebih dari 2.500 kata. Konon bagi majalah sekaliber The New Yorker, tulisan 2.000 kata (edited), mereka masukkan ke kelompok rata-rata. Saya mencoba belajar ke sana, tentu spesial saya hidangkan bagi Anda yang senang membaca. Karya monumental tak boleh asal. Lihatlah bangunan Masjid Syeh Zayed di PEA.
Read more...
 
Habe: Indonesia 2030 ( Sebuah Prediksi )
Image Semua orang tahu bahwa banyak pengamat politik dan sosial saat ini bertebaran di Indonesia.Contohnya para talking heads yang bisa anda saksikan berdebat sampai berbusa busa di acara tv tiap hari.Tapi hanya sedikit orang yang berani menjadi dukun seperti saya, yang seperti prabu Jayabaya atau ki Gendeng Pamungkas berusaha memprediksi masa depan negara sampeyan yang bernama Indonesia dalam beberapa dekade ke depan ke dalam bahasa ilmiah.
Read more...
 
Metamorfosa: Prediksi Indonesia di Tahun 2030
Sebelum kita memasuki tulisan inti, ada baiknya kita menengok lebih dalam makna dari kata "prediksi" itu sendiri. Saya pribadi berpendapat bahwa makna prediksi tidak bisa disamakan dg ramalan, meskipun keduanya bersifat mencoba membaca sesuatu yg akan terjadi (visi), namun keduanya memiliki 'metodology' yang berbeda sebagai pijakan.
Read more...
 
Win Wan Nur: Mengintip Sejarah Gayo Melalui Silsilah Keluarga
Karena tidak ada catatan, aku tidak tahu persis sejak kapan keluargaku mulai menetap di Isaq.
Read more...
 
Kurnia Harta Winata: KOEL 9
 alamat fans page: http://www.facebook.com/pages/KOEL/167370362833
Read more...
 
Win Wan Nur: Isaq Kampungku Yang Bersuhu Hangat
Isaq, adalah nama ibu kota kecamatan Linge yang masuk ke dalam wilayah administrasi kabupaten Aceh Tengah. Tapi meskipun statusnya adalah ibu kota kecamatan, jangan membayangkan Isaq itu sebagaimana layaknya ibukota kecamatan di pulau jawa yang ramai. Karena meskipun statusnya ibu kota kecamatan, tapi Isaq letaknya terpencil di tengah hutan pinus di pedalaman Tanoh Gayo yang ditinggali penduduk yang lebih sedikit dari sebuah RW di Jakarta.
Read more...
 
Sehat Ihsan Shadiqin: Islah Para Pejuang Rakyat
Read more...
 
Habe: Tokek
Image
Read more...
 
Iwan Piliang: Ibarat Puzzle Inilah Penggalan “Kombur” TKW & Ziad
Tugas diplomat Indonesia di luar negeri, seperti saya simak di Persatuan Emirat Arab (PEA), juga cerita sosok Indonesia bekerja di Oman, bermuara: galebeh-tebeh urusan Tenaga Kerja Wanita (TKW): kabur dari majikan; di bawah umur; dilecehkan seksual; diperkosa; jatuh dari gedung; disetrika panas; sengaja menjual diri alasan terpaksa; bersuami seakan berpoliandri di negeri orang; panjang kata jika dilanjutkan. Jahanam kali laku lelaki - - termasuk saya - - mengirim perempuan mara ke manca negara. US $ 6, 615 miliar peneriman dari TKI, 2009, setara Rp 59, 5 Triliun, tiada arti apa-apa dibanding penggelapan pajak melalui transfer pricing pelaku usaha di Indonesia yang setahun melebihi Rp 1.000 Triliun. Buat apa mendidik, menggaji mahal para diplomat, jika pekerjaannya terguras arus mengurus TKW. Lanjutan Sketsa Ziad Salim Zimah yang “tertahan” 8 tahun di PEA, pulang bersama saya 16 Februari 2010: mencairkan rindu air mata darah sang ibu.
Read more...
 
Didik Elpambudi: Tak Mudah untuk Bercerita
Sekitar 33 tahun lalu, usiaku lima tahun. Aku tinggal lingkungan etnis Tionghoa di Kabanjahe, Tanah Karo. Aku sekolah di kelas nol kecil Taman Kanak-kanak Roma Katolik. Aku belum lama tinggal di kota itu. Aku pindah dari Siantar, kota kelahiranku, karena Bapak yang bekerja di salah satu badan usaha milik negara ditugaskan ke Tanah Karo.
Read more...
 
Sehat Ihsan Shadiqin: Sesendok Air di Kolam Madu
Read more...
 
Ismail Asso: Nasionalisme- Perspektif Papua
Read more...
 
Rosnida Sari: Ketidakegoisan seorang dosen
Tahun 2008 lalu,sepasang suami istri yang juga dosen datang dari Kanada untuk berkunjung ke Aceh. Tepatnya, ke kampus saya di IAIN. Kedua mereka mengajar di fakultas yang berbeda di kampus saya.
Read more...
 
Habe: The Good Malin Kundang
Image
Read more...
 
Edizal: Birunya Pulau Cebu (1)
Philippine Airlines yang kami tunggangi menderu laju menyibak langit musim salju yang berkelabu murung menuju daerah selatan yang benderang. Berselonjor ria kami di window seat yang diminta kepada gadis loket di Bandara Narita. Sebetulnya tak usah menuntut begitu karena perut pesawat ini hampir kosong melompong dengan bangku yang terisi lebih kurang 20% saja.
Read more...
 
Sehat Ihsan Shadiqin: Sandiwara di Ruang Kelas
 Jujur, meskipun saya sudah mengajar beberapa tahun di perguruan tinggi, tapi saya tidak pernah bertanya pada mahasiswa, apakah ia puas dengan apa yang saya lakukan untuk “mendidik” mereka atau tidak. Saya tidak bertanya karena satu sisi saya pikir “apa perlu bertanya demikian?” Satu sisi yang lain saya sudah tahu jawabannya, pasti mereka akan mengatakan “tidak puas.’ Sebab siapa sih manusia yang pernah benar-benar puas? Tapi tiba-tiba saya berfikir untuk mencoba bertanya pada seorang teman, apakah ia pernah menanyakan kepada mahasiswanya tentang kepuasan. Ternyata jawabnya sama dengan saya. “tidak pernah.” Ia bahkan menambahkan, “tugas kita memberikan bahan dan materi pelajaran, menjelaskan, membuat mereka mengerti dan mengujinya di ujian. Persoalan apakah mereka puas atau tidak itu urusan mereka.” Apalagi, katanya, mahasiswanya malas-malas, nggak mau belajar, malas membaca dan lainnya.
Read more...
 
Denny Baonk: Maharaja, Oscar & Cupang
Kemaren, maharahja ceritanya ngumpulin mentri-mentrinya maen rapet-rapetan di Kabin.
Seperti juga kalo kita naek bis kota, namanya rapet-rapetan wajar lah kalau terjadi juga nainggol-nainggolan.
Read more...
 
Habe: Orang Murtad Ziarah
ImageMemasuki gerbang pemakaman umum Tanah Kusir siang itu, matahari Jakarta seperti makin edan memanggang garang tidak memperdulikan gerahnya para pengantar rombongan upacara penguburan yang mencluster di area kuburan.Saya datang kembali setelah terakhir ziarah sekitar 10 tahun yang lalu ke makam mama di sini.
Read more...
 
DN Aidit:: Sedjarah Diriku VI
 SEDJARAH HIDUPKU (DARI BELITUNG SAMPAI BERKELANA TAK HINGGA) DISUSUN OLEH: DIPA NUSANTARA AIDIT
Read more...
 
Denny Baonk: Konspirasi Langit
Saya heran. Kenapa tiap mau jemput anak saya pulang sekolah, hari yang terang benderang tiba-tiba jadi muram lalu nangis kenceng-kenceng. Hujan deras, lalu masih pula dilengkapi petir yang nyamber-nyamber mengerikan.
Read more...