Paling banyak dibaca (30 hari)
Jumlah Pengunjung sampai hari ini
Visitors: 4576508
Who's Online
We have 8 guests online
Kumpulan tulisan Damar yang berkaitan dengan runtuhnya kerajaan Majapahit dan pengislaman Indonesia dan Syech Siti Jenar: |
|
Read more...
|
  kolom ini berisi semua tulisan Win Wan Nur di Superkoran sejak Mei 2008 |
|
Read more...
|
kolom ini berisi semua tulisan Anwari Doel Arnowo di Superkoran sejak Juni 2006 |
|
Read more...
|
|
Januari 2010: 3 bulan setelah 4 juta - sekarang sudah melewati 4,500,000 pengunjung! Oktober 2009: Pada usia 4 tahun, SK sudah melewati angka 4,000,000 pembaca! Juni1, 2009:Superkoran melewati 3,000,000 pembaca - 5 bulan setelah tonggak 2 juta Jan 9, 2009 - >Tak dinyana, tak diduga, hari ini Superkoran sudah melewati 2.000.000 pengunjung. Agustus 2008 baru 1.000.000 pengunjung. Butuh waktu 3 tahun untuk mencapai 1 juta. Tapi 1 juta berikutnya cuma butuh waktu 5 bulan. Terima kasih atas bantuan penulis dan pembacanya, baik yang suka maupun yang belum. Minggu, 19 Oktober 2008 Mohon bantuannya untuk mengisi buku tamu Superkoran. Silakan isi komentar anda mengenai Superkoran. |
|
Read more...
|
|
kolom ini berisi semua tulisan Habe di Superkoran sejak Juli 2008
• Habe: Taksi Haji Siddik • Habe: Tuhan di Las Vegas Boulevard |
|
Read more...
|
|
PERUBAHAN: user name PENULIS tak berlaku lagi. Semua tulisan bisa dikirim lewat
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
atau lewat Apa Kabar di Facebook. Kiirm permintaan menjadi "teman" dengan Apa Kabar di FB dan anda bisa tag kalau ada tulisan.
|
|
Read more...
|
ARSIP tulisan
-
January, 2010
-
December, 2009
-
November, 2009
-
October, 2009
-
September, 2009
-
August, 2009
-
July, 2009
-
June, 2009
-
May, 2009
-
April, 2009
-
March, 2009
-
February, 2009
-
January, 2009
-
December, 2008
-
November, 2008
-
October, 2008
-
September, 2008
-
August, 2008
-
July, 2008
-
June, 2008
-
May, 2008
-
April, 2008
-
March, 2008
-
February, 2008
-
January, 2008
-
December, 2007
-
October, 2007
-
October, 2007
-
September, 2007
-
August, 2007
-
July, 2007
-
June, 2007
-
May, 2007
-
April, 2007
-
February, 2007
-
February, 2007
-
January, 2007
-
December, 2006
-
November, 2006
-
October, 2006
-
September, 2006
-
August, 2006
-
July, 2006
-
June, 2006
-
May, 2006
-
April, 2006
-
March, 2006
-
February, 2006
-
January, 2006
-
December, 2005
-
November, 2005
-
October, 2005
-
September, 2005
-
August, 2005
|
|
Denny Baonk: BBM Naik, PM Malaysia Potong Gaji Menteri |
|
|
Satu berita di Halaman satu koran SINDO klik SINDO) hari ini, sepantasnya mempermalukan SBY.
Meskipun kebijakan ini tetap menuai kritik dari kalangan oposisi di dalam negeri Malaysia, misalnya ada yang menunding ini sebagai kebijakan untuk mempertahankan popularitas pemerintahan Badwai yang akhir-akhir ini semakin terpuruk di mata masyarakat Malaysia, atau yang lebih teknis mengatakan pemotongan gaji menteri dan pejabat tinggi negara sebesar 10% tidak akan menolong banyak anggaran negara, namun seperti dikatakan Badawi kebijakan ini menunjukkan bagaimana sebuah pemerintahan mau bersama-sama dengan rakyat merasakan dan menanggung beban krisis yang tengah melanda
Kebijakan pemotongan itu sendiri, disebutkan akan memotong gaji seluruh menteri dan pejabat tinggi negara sebesar 10%, yang meliputi pula gaji sang PM, deputi PM, dan wakil menteri. selain itu juga dikurangi fasilitas liburan ke luar negeri bagi para pejabat tinggi.
Terkepas dari unsur politis, dan besaran pemotongan atau efeknya pada keuangan negara, paling tidak apa yang dikatakan Badawi bisa diambil sebagai satu fakta. Ketika rakyat ketambahan beban, maka para pejabat tinggi seharusnya juga sedikit merasakan dan mau menanggung beban itu.
Indonesia?
Belum-belum deputi menpan Indonesia sudah menolak usulan tersebut. Belum bisa diterapkan di Indonesia, katanya. Alasannya?
"Masih terlalu pagi itu, nanti dulu. Kita kan masih sibuk dengan evaluasi kerja pegawai golongan,"
“Bagaimana bisa tiba-tiba dipotong, sementara patokan gaji saja belum ditentukan,”
Nggak bisa atau nggak mau?
mbuh....
yang saya tahu lebih pasti sih...
Gak tahu malu...
Sentaby, DBaonk
 | LIST OF COMMENTS |
1/1. Jadi chiken Written by Guest - Wednesday, June 18 2008 | indonesia bagus seh gak mau ikut-ikutan,
saking gak mau ikut-ikutannya, jadi gak mau
ngerasain susahnya rakyat bawah, siapa sih yang mau susah, gak ada donk....!!!! betullll......
tapi siapa sih yang mau bantu kita, n ngerasain kurang,
seharusnya pemerintah belajar dari semua negara,
tapi POSITIFNYA, bukan korupsinya, bukan beli mobil mewahnya, bukan pula pengen naik nya doank, MORALNYA MANA?
yang jelas rakyat udah melarat neh, mau negar ini
jadi anarkis lagi, padahal kita udah tau susahnya
kaya gimana, tapi negara kita ini gak jera-jera,
selaaaaaalu main api bisanya..... heran..... kemana pikirannya... ya..... katanya pinter..koq keblenger... |
Add Comments |
|
|
SEDJARAH HIDUPKU (DARI BELITUNG SAMPAI BERKELANA TAK HINGGA) DISUSUN OLEH: DIPA NUSANTARA AIDIT |
|
Read more...
|
Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya: Dua Minggu Hidup di Dusun Pedalaman Jawa. Kali ini saya ingin berbagai cerita tentang pandangan masyarakat Wonodadi mengenai pemerintah dan berbagai “kezaliman” yang dilakukan pemerintah kepada mereka. Sebenarnya saya ingin menjawab pertanyaan yang sempat saya ajukan pada diri saya sendiri sebelum saya pergi dan tinggal di sebuah rumah pedalaman Jawa selama dua minggu: kenapa masyarakat Jawa tidak memberontak pada NKRI? Namun setelah tinggal di sana saya tetap tidak bisa menjawabnya. Selain karena saya hanya tinggal selama dua minggu, keterbatasan komunikasi karena faktor bahasa membuat saya tidak dapat maksimal mengeksplorasi pandangan hidup mereka. Beberapa kejadian yang saya alami di sana sedikit mengarah ke jawaban pertanyaan saya. Namun saya tidak berani menyimpulkan apapun. |
|
Read more...
|
|
Tadi saya membuka Facebook dan mendapati begitu banyak hujatan yang ditujukan kepada saya karena saya telah dengan jujur menilai sebuah tulisan yang menyoroti Syari'at Islam di Aceh yang di-tag kepada saya. |
|
Read more...
|
|
Movie review :
Michael Jackson sang Raja Pop dunia adalah legenda, si genius dan seorang yang dikenal perfeksionis. Yang sering dalam bayangan kita menghadapi seorang yang perfeksionis, kita sering akan menggambarkan orang itu cerewet setengah mati, tidak segan mendamprat orang, galak/ menakutkan seperti dedemit ketika melihat sesuatu yang tidak cocok dengan apa kemauannya. Ah rupanya patron itu tidak dimiliki Michael Jackson. Dalam film berdurasi sekitar 112 menit ini kita disuguhi sebuah presentasi sosok MJ yang humble, sopan terhadap semua rekan kerjanya, entah itu musisi, penari, sound man maupun stage director-nya. Kita bisa menilai ketulusannya terhadap setiap orang karena memang sesi latihan yang difilmkan itu sebenarnya bukan untuk konsumsi publik. MJ sebagai seorang yang menjadi sentral dalam persiapan konser itu mampu me-leading setiap orang dengan tegas namun selalu dibungkus dengan kata-kata yang manis dan sikap yang sopan. Ia memberikan contoh bagaimana betotan bass yang harus dimainkan untuk dapat me-leading sebuah ritme lagu dengan benar, bagaimana piano harus dimainkan, bagaimana sebuah lagu dinyanyikan dengan ekspresi yang total. Seperti ketika ia meminta Orianthi Panagaris, gitarisnya untuk memainkan nada-nada tinggi. Dia berkata kepadanya supaya tidak ragu-ragu untuk memainkan nada tinggi, "It's time for you to shine, we'll be with you, it's time for you to shine...". Sikap-sikap seperti ini ditunjukkan kepada para pemain band dengan cara yang sangat halus dan sopan. Terlihat bahwa ia menganggap setiap orang dalam 'team-work'-nya itu adalah bagian dari dirinya sendiri. Dan dengan cara itu orang-orang disekelilingnya pun mampu mengimbangi dan menuruti kemauan sang bintang untuk bekerja-keras dalam persiapan rencana konser "This Is It" yang sedianya akan dimulai pada July 13, 2009. |
|
Read more...
|
“Apa yang paling kau nikmati di dunia ini?” Tanya istriku malam itu. Nafasnya tak lagi memburu dan wajahnya terlihat cerah bahagia. Aku bilang, ”Bersenggama.” Dia bertanya lagi, “Selain itu?” Aku jawab, ”Makan dan minum yang enak.” “Terus?” |
|
Read more...
|
|
Photo: Original description in the Federal Archive: Title: Berlin, V. SED-Parteitag, 3.Tag Description: Zentralbild Ulmer 12.7.1958. V. Parteitag der SED vom 10. bis 16.7.1958 in der Werner-Seelenbinder-Halle, Berlin, 3. Tag: UBz: Eine beeindruckende Solidaritätsbekundung des Parteitages für die konsequent- und erfolgreich für die volle Gewährleistung der Unabhängigkeit ihres Landes kämpfenden Kommunisten Indonesien erlebte die Werner-Seelenbinder-Halle während der Grussansprache des Generalsekretärs der KP Indonesiens, D. N. Aidit. |
|
Read more...
|
|
Ciri khas seorang fundies (sebutan untuk seorang penganut faham fundamentalis) adalah merasa diri mampu melihat SEMUANYA alias KESELURUHAN baik yang dapat ditanggap oleh Panca Indera maupun tidak. |
|
Read more...
|
SEDJARAH HIDUPKU (DARI BELITUNG SAMPAI BERKELANA TAK HINGGA) DISUSUN OLEH: DIPA NUSANTARA AIDIT |
|
Read more...
|
|
SEDJARAH HIDUPKU (DARI BELITUNG SAMPAI BERKELANA TAK HINGGA) DISUSUN OLEH: DIPA NUSANTARA AIDIT |
|
Read more...
|
Sedjarah diriku (DARI BELITUNG SAMPAI BERKELANA TAK HINGGA), DISUSUN OLEH DIPA NUSANTARA AIDIT - kiriman Aida Ces. (ejaan tidak diubah - tetap sebagaimana dituliskan) |
|
Read more...
|
Berikut tanya-jawab dengan seorang teman yg bilang: 'kalimat saya kaku banget, hehe'. Tapi itu saya abaikan saja karena saya lebih kaku lagi. Kalimat saya tidak bisa bergerak-gerak sendiri. Kaku. (teks gambar:Sebelum ditemukannya jalan ke China, orang-orang Eropa percaya bahwa di dunia bagian Timur bentuk manusia seperti monster. Ternyata bentuknya biasa-biasa saja, cuma warna kulitnya saja yg beda.) |
|
Read more...
|
|
Masalah carut marutnya Syari'at Islam versi Aceh ini terjadi karena perancang Qanun itu dan para pendukungnya bersikap SOK JAGO, tidak mau mendengarkan pendapat dari luar dan hanya mau menang sendiri. |
|
Read more...
|
Aceh kembali dihantam tsunami. Bukan tsunami ombak yang menyapu seluruh kota dan penduduknya, tapi tsunami peradaban. Tsunami yang menghancurkan martabat Aceh sekaligus pembuktian telah terjadi kejahatan kemanusiaan di Aceh. |
|
Read more...
|
|
Pasca terjadinya kasus pemerkosaan yang terjadi terhadap seorang perempuan malang yang menjadi tahanan WH (POLISI MORAL). Di Aceh banyak sekali nada kemarahan yang ditujukan kepada lembaga ini. Mayoritas menumpahkan rasa geram kepada dua personel WH yang kurang ajar itu. |
|
Read more...
|
Salah satu monyet sakti pengiring Rama bernama Anggada (istilah Bali). Kalau dijadikan bahasa Jawa, beberapa hurup vokal “a” berikutnya menjadi “o” maka “Anggada” menjadi “Anggodo”. Ada pula yg menyebutkan dengan nama Anggogodo. Ia adalah monyet yg sakti. Bahkan Sun Go Kong, Superman juga kalah. Apalagi Suparman tukang jengkol pasar Kenjer he..he bukan level deh. Wajar ia sakti, karena putra Subali yg juga luar biasa. |
|
Read more...
|
|
Baru-baru saya terlibat diskusi dengan sahabat saya Kak Sari yg tengah menimba ilmu di Australia. Dia membuat tulisan tentang bagaimana sensitifnya isu budaya diatur oleh pemerintah kota Adelaide. Dimana untuk menjadi relawan bagi imigran muslim diwajibkan berpakaian menutup aurat dan menyesuaikan diri dengan budaya pendatang tersebut. |
|
Read more...
|
Saya mendapatkan kesempatan yang langka. Kursus penelitian etnografi bersama teman-teman di Antropologi UGM Jogjakarta selama dua minggu (14-29/01/10), di bawah bimbingan “mbah” antropolog UGM. Menurut rancangannya, kursus ini bukan belajar di kelas mendengarkan kisah-kisah seru para antropolog di lapangan. Akan tetapi peserta langsung diturunkan ke lapangan, di sejumlah desa pedalaman Jawa. Di sana setiap peserta akan belajar sendiri dari kehidupan yang ada dalam masyarakat desa. Ini dilakukan dengan pengamatan, keterlibatan dalam aktifitas mereka dan melakukan wawancara dengan siapa saja yang dijumpai di sana, lalu mencatat dan mendeskripsikan. |
|
Read more...
|
Minggu depan saya akan pulang cuti ke Indonesia kembali. Pulang- sebenarnya bukanlah kata yang terlalu tepat digunakan karena kampung halaman tempat saya lahir atau dibesarkan seperti Bogor dan Jakarta , hampir bisa dibilang berubah total dengan apa yang pernah saya bayangkan. Sehingga makna "pulang "sendiri menjadi absurd lantaran saya tidak mengenali kembali kampung halaman sendiri. Jejak jejak nostalgia masa kecil dan remaja tempat saya menghabiskan waktu untuk bermain atau pacaran seperti menguap sirna -bagai embun subuh yang tersentuh matahari pagi. Ini mungkin typikal dilema yang selalu menghantui perantauan yang terlalu lama bermukim di luar negeri. Seperti mereka, saya sering kehilangan orientasi di tanah air sendiri. |
|
Read more...
|
|
Saat ini di Aceh negeri kelahiran saya begitu banyak masalah besar yang belum jelas penanganannya. Mulai dari APBD yang terserap kurang dari 50%, pemerintahan yang dijalankan tanpa arah yang jelas, korban tsunami yang masih belum mendapatkan rumah, banyaknya tapol yang belum dibebaskan, sampai amburadulnya penyediaan listrik oleh PLN. |
|
Read more...
|
|
Beberapa minggu lalu teman Jepang saya mengajak saya untuk ikut kegiatan menjadi relawan yang diadakan jurusannya. Teman saya itu sempat menjadi volunteer di Kamboja dan dulu lulusan Community Development di Jepang. Karena kami punya kesamaan (menyukai community development dan pernah berkunjung ke Kamboja) maka kami terbilang dekat. Mungkin karena kesamaan minta itu makanya dia mengundang saya ikut dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang akan kami adakan adalah bermain bersama anak-anak dan remaja pengungsi dari Sudan dan Afghanistan. Jurusan teman saya tadi adalah social work. Jurusannya bekerjasama dengan salah satu lembaga nirlaba di Adelaide ini membuat kegiatan tadi. Karena ingin tau bagaimana menjadi seorang volunteer dinegara ini, maka saya penuhi ajakan teman tadi. |
|
Read more...
|
|
Jumat, 8 Januari 2010, program talkshow indie yang saya bawakan, Presstalk di QTV, mendapat tamu dari Medan. Di antaranya seorang ibu, isteri notaris, yang suaminya langsung ditahan tanpa surat penahanan di saat bayinya masih berusia 6 bulan, tanpa pula pertimbangan Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Ikatan Notaris. Bukan barang basi sesungguhnya lintas lini hepeng mangatur nagaraon demi keadilan? Di Jakarta Satgas Mafia Hukum yang dibentuk Presiden menemukan sel Artalita Suryani, di penjara Jakarta Timur, bak kamar hotel bintang tiga. Lagi-lagi keadilan di tangan fulus. |
|
Read more...
|
Seminggu yang lalu, aku, anak dan istriku refreshing ke Gramedia Matraman. Hari itu kami menginap di rumah mertuaku di Kayu Putih, di seputaran jalan Pramuka. Rencananya hari itu aku bersama keluarga dan adik-adik istriku akan jalan-jalan ke Mall of Indonesia (MOi), Mall baru di daerah Kelapa Gading yang sebelumnya sudah memiliki Artha Gading dan Mall Kelapa Gading. |
|
Read more...
|
Tahun 2009 telah lewat. Bagi website ini, tahun 2009 adalah tahun berubahnya susunan penulis Superkoran. Kalau sebelumnya Superkoran tulisannya hampir 100% ditulis oleh anggota milis dan Forum Apakabar, mulai 2009 sedikit demi sedikit penulis Facebook mulai bermunculan. Mulai tahun baru ini, mungkin jumlah penulis dari Facebook bisa melewati penulis Forum Apakabar.... Siapa yang tulisannya paling banyak dibaca tahun 2009? |
|
Read more...
|
|
Beberapa bulan lalu saya mengikuti pengajian yang dilaksanakan oleh perkumpulan mahasiswa Islam Indonesia Australia Selatan (MIIAS). Salah satu yang menarik menurut saya adalah pertanyaan yang disampaikan oleh seorang ibu tentang bagaimana beliau belum bisa menerima keadaan beragama di Adelaide ini. Menurutnya sangat susah menerapkan berislam secara benar disini. Misalnya saja tentang istinjak (membersihkan kotoran diqubul dan dubur). Menurutnya beliau tidak terbiasa istinjak dengan menggunakan tisue,sehingga susah sekali untuk menerimanya. |
|
Read more...
|
|