Paling banyak dibaca (30 hari)
ARSIP tulisan
-
August, 2010
-
July, 2010
-
June, 2010
-
May, 2010
-
April, 2010
-
March, 2010
-
February, 2010
-
January, 2010
-
December, 2009
-
November, 2009
-
October, 2009
-
September, 2009
-
August, 2009
-
July, 2009
-
June, 2009
-
May, 2009
-
April, 2009
-
March, 2009
-
February, 2009
-
January, 2009
-
December, 2008
-
November, 2008
-
October, 2008
-
September, 2008
-
August, 2008
-
July, 2008
-
June, 2008
-
April, 2008
-
April, 2008
-
March, 2008
-
February, 2008
-
January, 2008
-
December, 2007
-
October, 2007
-
October, 2007
-
September, 2007
-
August, 2007
-
July, 2007
-
June, 2007
-
May, 2007
-
April, 2007
-
February, 2007
-
February, 2007
-
January, 2007
-
December, 2006
-
November, 2006
-
October, 2006
-
September, 2006
-
August, 2006
-
July, 2006
-
June, 2006
-
May, 2006
-
April, 2006
-
March, 2006
-
February, 2006
-
January, 2006
-
December, 2005
-
November, 2005
-
October, 2005
-
September, 2005
-
August, 2005
|
|
Denny Baonk: BBM Naik, PM Malaysia Potong Gaji Menteri |
|
|
Satu berita di Halaman satu koran SINDO klik SINDO) hari ini, sepantasnya mempermalukan SBY.
Meskipun kebijakan ini tetap menuai kritik dari kalangan oposisi di dalam negeri Malaysia, misalnya ada yang menunding ini sebagai kebijakan untuk mempertahankan popularitas pemerintahan Badwai yang akhir-akhir ini semakin terpuruk di mata masyarakat Malaysia, atau yang lebih teknis mengatakan pemotongan gaji menteri dan pejabat tinggi negara sebesar 10% tidak akan menolong banyak anggaran negara, namun seperti dikatakan Badawi kebijakan ini menunjukkan bagaimana sebuah pemerintahan mau bersama-sama dengan rakyat merasakan dan menanggung beban krisis yang tengah melanda
Kebijakan pemotongan itu sendiri, disebutkan akan memotong gaji seluruh menteri dan pejabat tinggi negara sebesar 10%, yang meliputi pula gaji sang PM, deputi PM, dan wakil menteri. selain itu juga dikurangi fasilitas liburan ke luar negeri bagi para pejabat tinggi.
Terkepas dari unsur politis, dan besaran pemotongan atau efeknya pada keuangan negara, paling tidak apa yang dikatakan Badawi bisa diambil sebagai satu fakta. Ketika rakyat ketambahan beban, maka para pejabat tinggi seharusnya juga sedikit merasakan dan mau menanggung beban itu.
Indonesia?
Belum-belum deputi menpan Indonesia sudah menolak usulan tersebut. Belum bisa diterapkan di Indonesia, katanya. Alasannya?
"Masih terlalu pagi itu, nanti dulu. Kita kan masih sibuk dengan evaluasi kerja pegawai golongan,"
“Bagaimana bisa tiba-tiba dipotong, sementara patokan gaji saja belum ditentukan,”
Nggak bisa atau nggak mau?
mbuh....
yang saya tahu lebih pasti sih...
Gak tahu malu...
Sentaby, DBaonk
 | LIST OF COMMENTS |
1/1. Jadi chiken Written by Guest - Wednesday, June 18 2008 | indonesia bagus seh gak mau ikut-ikutan,
saking gak mau ikut-ikutannya, jadi gak mau
ngerasain susahnya rakyat bawah, siapa sih yang mau susah, gak ada donk....!!!! betullll......
tapi siapa sih yang mau bantu kita, n ngerasain kurang,
seharusnya pemerintah belajar dari semua negara,
tapi POSITIFNYA, bukan korupsinya, bukan beli mobil mewahnya, bukan pula pengen naik nya doank, MORALNYA MANA?
yang jelas rakyat udah melarat neh, mau negar ini
jadi anarkis lagi, padahal kita udah tau susahnya
kaya gimana, tapi negara kita ini gak jera-jera,
selaaaaaalu main api bisanya..... heran..... kemana pikirannya... ya..... katanya pinter..koq keblenger... |
Add Comments |
|
Last Updated ( Friday, 11 July 2008 )
|
|
|